Menghindari Para PHP

@romiyooo / Senin, 01 April 2013

Beberapa hari yang lalu, pas gue pulang sekolah. Tepatnya di lorong kelas XI, gue ngeliat ada anak cewek yang bawa kertas ukuran sedang yang bertuliskan "Anti PHP" dengan pernak-pernik yang menghiasinya. Gue tau, ini alay. Tapi gue menyadari, apa yang dilakukan cewek itu adalah bentuk kekecewaannya terhadap para PHP. *mengheningkan cipta*

Entah hanya untuk gaya-gayaan, atau memang sedih beneran. Yang pasti, dia telah mengenal apa itu PHP.

Tunggu dulu, PHP yang dimaksud di sini itu "Pemberi Harapan Palsu" yah. Bukan "Hypertext Preprocessor" bahasa pemograman yah, bukan.

Ada temen gue curhat, kalo dia lagi sedih karena gebetan barunya ternyata udah jadian sama cowok lain. Katanya, dia suka sms'an dan telfonan tiap malem sama cewek itu sebelum cewek itu jadian sama cowok barunya. Karena respon yang diberikan cewek itu bagus kepada temen gue, akhirnya temen gue ke-GR-an duluan. Dan menerima pahitnya ketika ia ditinggalkan. Bukan ditinggalkan sih sebenernya karena mereka belum jadian. Tapi lebih tepatnya di PHP-in. Mengenaskan..
Source: Google

Oke, dan di sini gue bakal memberikan hasil survei yang gue lakukan tentang cara menghindari para PHP. Jadi, bagi kalian-kalian yang nggak ingin menuliskan "Anti PHP" dengan pernak-pernik yang menghiasinya, mending baca ini dulu.



1. Bersikap Biasa

Suatu hari Joko sedang bermain sepak bola, kemudian ia menendang bola dan tak sengaja mengenai kepala Juminten. Kemudian mereka saling melempar pandang, dan akhirnya mereka berkenalan. Joko sungguh terpukau dengan kecantikan Juminten. Rambutnya yang terurai panjang, matanya yang melotot lebar, ketawanya yang seperti orang meringik kesakitan. Tunggu dulu, ini orang apa kuntilanak? Ah lupakan.

Karena kecantikan Juminten, Joko lalu follow dan mention twitternya Juminten. Mereka jadi sering ketemu semenjak insiden itu. Juminten jadi suka ngetweet "Kangen, #nomention". Lalu dibalas oleh Joko "Kangen juga, #nomention".

Sebulan berlalu, dan kabar buruk itupun datang. Ternyata Juminten udah tunangan. Joko bersedih dan tak mempercayai hal itu.

"Maafin aku, aku sebenernya nggak ada rasa sama kamu". Ungkap Juminten kepada Joko.



Yah, mending bersikap biasa aja dulu saat lo suka sama seseorang. Tunggu respon dia sampai benar-benar meyakinkan, kalo dia tanggap sama lo. Jangan agresif duluan nanggepin respon dia.

Berfikirlah dengan matang sebelum menjatuhkan harapan kepada seseorang.



2. Kepo Dikit

Kalo lo lagi deket sama seseorang, tanya-tanya aja dulu tentang dia ke temen-temen deketnya. Hanya untuk memastikan kalo si dia bukanlah seseorang yang seperti pelabuhan. Cepat bersinggah, dan cepat pergi juga.

Bukan curiga, tapi memastikan nantinya akan baik-baik aja. Nggak salah kan kalo kita waspada?

Kepo-in dia dikit, jangan terlalu kepo. Awal-awal tanya aja dia udah punya pacar belum ke temennya. Kalo udah, tanya aja dia anaknya gimana.



3. Jangan Terlalu GR

Pertama, gue mau jujur. Suer, gue nggak tau apa artinya atau singkatan dari GR. Yang gue tau, GR itu terlalu percaya diri. Entah bener atau enggak, yang penting kalo kenalan sama calon gebetan baru jangan terlalu GR.

Mungkin respon yang diberikan sang calon gebetan kepada elo baik. Tapi kan nggak tau ya hati orang tersebut.

Bisa aja dia baru putus sama pacarnya, karena sedih terus dia kenalan sama lo. Lo nya ngasih perhatian yang sangat lebih sama dia. Dia nya sih biasa-biasa aja. Eh pas lo nya udah sayang dan cinta, dianya balikan lagi sama mantannya. Kesian kan elo? Jadi jangan terlalu GR dulu.

Percaya diri memang bagus, tapi terlalu percaya diri juga nggak memberikan jalan yang mulus.



4. Hati-hati Dengan Modus

Udah nggak jarang bagi kita sama yang namanya modus. Emang sih awalnya ngasih sesuatu yang baik, misalnya dalam bentuk perhatian. Tapi kalo ujung-ujungnya lo malah dimanfaatkan? Ya, mending hati-hati dulu.

Nggak semua perbuatan baik secara tiba-tiba itu modus loh ya. Bisa aja dia emang tulus ngelakuinnya kan. Hayo loh. Nambah bingungkan? Yaudah, nggak usah dibikin pusing. Yang penting jangan pipis di celana.



5. Jangan Terlalu Berharap

Sesuai dengan singkatannya "Pemberi Harapan Palsu". Jangan terlalu ngarep sebelum mengenal lebih dalem deh. Boleh aja lo nembak gebetan lo terus lo berharap akan diterima, itu boleh aja. Tapi jangan terlalu berharap ketika lo baru kenalan, eh lo udah mau nembak gitu aja.

Harapan yang terlalu dalam, akan menjadi rasa sakit jika semua tidak berjalan sesuai keinginan..





Dari beberapa aspek tersebut, semoga kita dapat berhati-hati dalam urusan hati. Hati yang tersakiti akan sulit untuk terobati. Obat bagi orang yang sakit hati cuma satu, jatuh cinta lagi..

Jangan juga terlalu mengapresiasikan kekesalan lo terhadap suatu masalah. Seperti anak cewek yang gue ceritain di atas.





Jangan terlalu berharap terhadap seseorang, berharaplah hanya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan, yang tidak akan mengecewakan.


PS: Kalo lo punya tips lain, bisa share di kolom komentar yah. Berkomentar lah dengan bijak. Terimakasih.

0 Komentar... Mau menambahkan komentar?

Berikan Komentar Anda:

Think Like a King - Act Like a Knight 2013 | Design by @romiyooo | Inspirasi emoticon :]