SITI: Pelik Hidup Bukan Hanya Sabar dan Ikhlas, Lebih dari Itu

@romiyooo / Selasa, 02 Februari 2016

Source: Google

Kebetulan gue sebenarnya nggak ada rencana nonton film ini. Tiba-tiba temen gue ngajak nonton bareng di Blitz, tiket gratis. Iya, gratis. Dan akhirnya gue nontonlah film ini. Pas masuk bioskop ternyata yang nonton dikit banget. Mungkin sih karena emang udah jam 10 malem, tapi kan malem minggu. Harusnya tetep rame dong. Atau mungkin emang nggak banyak yang pengin nonton film ini. Karena pas sebelum masuk bioskop, di teater sebelah, tiba-tiba keluar rame banget orang yang abis nonton. Pas gue liat, hampir semuanya orang India gitu. Soalnya pas lagi ngomong, kepala mereka geleng-geleng.

Adegan awal film ini langsung membuat gue penasaran untuk duduk anteng sambil fokus merhatiin setiap detail filmnya. Pembuat film langsung menyuguhkan suspense di awal film SITI. Dan, tentu saja ada bagian lucu di mana SITI ngomong pake Bahasa Jawa, karena gue orang jawa, jadinya ngerti dan ketawa. Oh ya, mau ngasih tau aja nih, kalau film SITI ini emang cuma hitam-putih. Jadi buat kamu yang nonton film ini, nggak usah protes ke penjaga bioskopnya karena nampilin film hitam-putih doang yah.

Konflik yang diangkat di film SITI memang mengambil dari realita kehidupan di sebagian daerah di Indonesia. Temen-temen gue sih katanya bilang filmnya sebagus Sang Penari. Tapi gue belum nonton Sang Penari, jadi nggak bisa ambil kesimpulan yang sama. Film SITI kebanyakan scene ngambil Medium Shot sampai Big Close Up Shot buat nyiptain ekspresi yang dalam kayaknya. Kalau dibilang ini film sedih, ini film sedih banget. Saking sedihnya mungkin kalian sampe susah buat nangis. Serius, konfliknya dalam banget. Tapi, kemasannya simpel, dan cantik.

Untuk cast-nya sendiri gue nggak ada yang tau. Tapi yang berperan jadi SITI bener-bener totalitas aktingnya, keren banget. Ice breaker film ini ada di tangan anaknya SITI. Tingkah dan omongan jawanya yang lucu berhasil bikin gue ketawa mulu. Ditambah temen-temennya SITI yang kadang-kadang omongannya emang lucu. Nah, tapi yang gue nggak suka di cast-nya itu ada beberapa karakter yang sesekali ngomong jawanya nggak jawa banget. Ada logat “kota”-nya di sana. Mungkin logat Jakarta gitu. Kalau yang bukan orang jawa pasti nggak bakal ‘ngeh. Sayangnya, gue jawa tulen, jadinya langsung ‘ngeh. Hahaha.


Plot film ini lambat, beberapa scene ngambil long take yang keren banget. Walau sih menurut gue beberapa scene terlalu lama diambli, padahal nggak terlalu penting. Tapi secara keseluruhan, film ini berkelas melihat film ini “hanya” film festival. Di tengah film, gue berasa kayak nggak di bioskop, gue dibawa ke dunianya SITI. Nah, yang kurang paling tadi, beberapa scene nggak penting diambil terlalu lama. Beberapa angle juga kurang enak diliat, dan kosongnya dialog bikin orang akan keliatan males nonton. Tapi opening yang bikin penasaran, dibayar tuntas oleh ending yang menohok. SITI, mengajari kita bahwa pelik hidup bukan hanya tentang sabar dan ikhlas, lebih dari itu.

0 Komentar... Mau menambahkan komentar?

Berikan Komentar Anda:

Think Like a King - Act Like a Knight 2013 | Design by @romiyooo | Inspirasi emoticon :]