Zootopia: Semua Orang Bisa Jadi Apapun, Tapi Jadi Diri Sendiri Selalu Lebih Baik

@romiyooo / Senin, 29 Februari 2016

Source: Forbes

Gue udah nunggu film ini dari pertama kali liat trailernya. Namun karena film ini adalah film Disney, yang gue kurang suka adalah plot dan ending-nya yang gampang banget ketebak. Yaaa, namanya juga film anak-anak sih pasti dibikin lebih simpel supaya gampang dimengerti. Oh ya, film Disney lain yang gue suka tahun lalu adalah Inside Out yang kebetulan menang Oscar tuh. Nah, menurut gue, Inside Out dan Zootopia ini memiliki kesamaan dalam menyampaikan konflik. Meski dibikin ringan, tapi maksud pesan yang ingin disampaikan agak berat nih. Kalau Inside Out ingin menyampaikan bahwa kita memiliki emosi yang berbeda-beda tapi setiap emosi memiliki peran pentingnya masing-masing, Zootopia lebih ke politik tapi juga sama, setiap hewan atau karakter atau mungkin manusia (yang digambarkan sebagai hewan) memiliki peran pentingnya masing-masing juga.

Zootopia diawali dengan scene yang lucu. Jangan sampai terlewat adegan pertamanya ya. Beberapa orang sih ada yang gak ketawa, tapi scene awal gue ketawa terus. Jadi, film Zootopia menceritakan kehidupan hewan yang sudah cerdas dan bisa berkomunikasi dengan baik melalui evolusi. Nah loh, berat kan? Bahkan diceritakan walaupun dulu hewan-hewan masih mengandalkan insting untuk bertahan hidup, tapi lambat laun mereka jadi bisa hidup kayak manusia gitu, bahkan lebih modern dari manusia zaman sekarang.

Source: Google

Karakter utamanya adalah Judy Hopps seekor kelinci yang ingin menjadi polisi. Gue jelasin dikit ya, di Zootopia, yang bisa jadi polisi itu hewan-hewan kuat doang. Misalnya, Banteng, Singa, Mantan Kamu. Maaf yang terakhir nggak usah dibahas yah. Judy yang mana kelinci berbadan kecil imut nan menggemaskan di-bully karena nggak mungkin bisa jadi polisi. Tapi melalui kecerdikan dan memanfaatkan badannya yang lincah dan kecil nan menggemaskan, akhirnya dia bisa melalui semua rintangan yang ada. Nah, di Zootopia, Kelinci dan Rubah itu susah buat bersatu. Dan kebetulan, case pertama Judy adalah menghadapi si Rubah (Nick). Walaupun mereka bermusuhan, tapi akhirnya ada kasus yang memaksa mereka untuk bersatu.

Kasus itu lah yang menyebabkan adanya intrik politik namun disajikan dengan tetap “kanak-kanak”. Oh ya, bagian paling epic di film ini ada dua menurut gue. Pertama jelas, saat Judy dan Nick datang ke kantor pemerintahan gitu. Di mana semua “PNS”-nya adalah seekor Sloth. Selain lucu banget di situ, ada bagian sarkasme yang jelas banget untuk pemerintahan. Kalau anak-anak ya mana ngerti, tapi kan pasti anak-anak nontonnya sama orang tuanya, ya mungkin Disney ingin orang tuanya ngeliat itu. Asli di adegan itu gue ngakak nggak berenti. Bahkan saat nulis ini dan kebayang adegan itu, gue masih ketawa kayak orang bego. Adegan epic yang kedua menurut gue? Saat Nick (seekor rubah) curhat sama Judy di Skylift. Kalau adegan itu nggak bikin ngakak, tapi bikin gue merenung. Kenapa? Ya tonton aja sendiri ya, entar malah spoiler.

Source: Google

Gue sebenarnya suka film-film animasi sejenis ini. Kayak How To Train Your Dragon, Big Hero 6 (padahal yang ke 1, 2, 3, 4, 5 gue belom nonton), Inside Out, dan lain-lain. Walaupun plotnya ketebak (walaupun beberapa juga ada yang asik plotnya kayak How To Train Your Dragon 1 dan 2), tapi enak buat ditonton. Mengembangkan imajinasi gue, menambah wawasan, dan hiburan tentunya. Di Zootopia ada slogannya, “In Zootopia, anyone can be anything”. Tapi di akhir film secara nggak langsung malah nyampein, “Semua orang bisa menjadi apapun, tapi menjadi diri sendiri selalu lebih baik.”

0 Komentar... Mau menambahkan komentar?

Berikan Komentar Anda:

Think Like a King - Act Like a Knight 2013 | Design by @romiyooo | Inspirasi emoticon :]