Cerita perjalanan menjadi permulaan

@romiyooo / Selasa, 25 April 2017

Source: huffingpost

Pertama-tama, gue minta maaf kepada kalian semua karena udah lama banget nggak nge-post di blog ini. Well, gue akan mulai aktif lagi (Insya Allah) di blog ini. Dan ini adalah postingan pertama gue setelah sekian lama nggak nge-post. Semoga bisa membangkitkan gue dalam menulis lagi. Karena kebetulan gue akan merilis buku nih dalam waktu dekat. Nanti akan gue kabarin di akun Twitter gue (@romiyooo) atau Instagram gue (@romiyooo11) yak. Oke, kita mulai yuk.

Pada ngerasa nggak sih teknologi sekarang ngebawa banyak perubahan ke hidup kita? Misalnya, mau makan aja kita harus ritual “foto” dulu, nanya jalan sekarang pakai Google Maps, ke mana-mana sekarang pakai transportasi online, bikin makalah nyari referensi di Wikipedia. Semuanya serba gampang yak. Tinggal masalah PDKT aja nih yang susah kalau dianya gak ada rasa sama kita (Lo doang kali, Rom).

Kalau gue sih jelas pakai semuanya. Terutama yang paling kerasa transportasi online. Ke mana-mana jadi tinggal klik sana klik sini. Dari banyaknya transportasi online, fitur pesan antar makanan sama nebeng murah yang paling kena. Maksud gue gini, ada win-win solution di situ. Ketika penjual makanan bingung gimana cara memasarkan makanan, transportasi online menyediakan kemudahan untuk pelanggan yang emang gak ada waktu untuk beli. Ketika ada yang pengen nyari uang tambahan, tinggal daftar transportasi online nebeng. Misalnya, GrabHitch.

GrabHitch

Gue sering pakai transportasi online yang biasa, lalu beberapa hari lalu nyobain GrabHitch ini. Dari cerita temen nebeng gue, dia emang suka banget sih karena bisa nyari uang tambahan ketika pulang atau berangkat kantor. Dan nggak harus terikat apapun. Seenak dianya aja gitu.

“Mas, udah lama jadi driver GrabHitch?” tanya gue.

“UDAH LUMAYAN SIH MAS. SOALNYA SEKALIAN BALIK SAMA BERANGKAT KANTOR.” jawab dia sambil suaranya digedein karena emang di motor kan susah denger.

“Oooh... Hasilnya lumayan mas?” gue kepo karena siapa tau bisa nge-GrabHitch juga nyari penumpang mba-mba kantoran yang mau pulang. Hehehe.

“Bisa buat makan sehari-hari lah mas. jadi gajian juga masih utuh kalau buat bayar tagihan ini-itu. hahaha” Masnya gak teriak karena kita lagi di lampu merah.

“Pernah dapet penumpang cewek cakep gak mas?” gue mulai mencari tau.

“HMMMM... SERING SIH. TAPI IBU-IBU. HAHAHA.” dia teriak lagi, karena lampunya udah ijo.

“Hahaha,” gue mulai ketawa pesimis untuk dapat penumpang mba-mba kantoran.

Kayaknya asik juga sih jadi driver GrabHitch gini, kalau beruntung siapa tau tebengan jadi gebetan. Oh ya, waktu itu sih gue pakai GrabHitch murah banget. Berapa ribu doang gitu. Karena kalau pakai GrabHitch harganya udah fix dari awal gitu.



Okelah, gue rasa cukup untuk postingan kali ini. Kalau kamu tertarik dengan GrabHitch langsung kepoin webnya Grab yak di https://bit.ly/GrabHitchID

Kalau kamu, ada pengalaman apa dengan driver transportasi online? Share yuk di komen.

0 Komentar... Mau menambahkan komentar?

Berikan Komentar Anda:

Think Like a King - Act Like a Knight 2013 | Design by @romiyooo | Inspirasi emoticon :]